Senin, 17 September 2018

perkembangan kelompok sosial dalam masyarakat multikultural


MAKALAH SOSIOLOGI
PERKEMBANGAN KELOMPOK SOSIAL DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL

KELAS          :XI IPS 3
KELOMPOK: 3
ANGGOTA   :           -Nizar Noviansyah                -Sri Utari
-Ranti Maulidyawati             -Dede Ardika supriatna
-Intan Fauziah Oktaviani     -Sahrul
-Marwan Setiawan                -Samsul Bahri
-Anida Anhafia
Nama Guru Pembimbing : Ibu ( Kurnia Kaniawati, S. PD. )

Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran sosiologi
JL. GUNUNG SALAK ENDAH – GUNUNG SARI
KODE POS 16630. Telp. (0251) 2768760 PAMIJAHAN BOGOR

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi ALLAH SWT. Tuhan seluruh alam, atas berkah kesehatan dan keridhaan nya, usaha kami segenap tim penyusun makalah ini dapat menyelesaikan tulisan kami dengan waktu dan kompetensi yang telah di tentukan.
Adapun tulisan ini kami berijudul “PERKEMBANGAN KELOMPOK SOSIAL DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL” dengan maksud dan tujuan dapat memenuhi tugas mata pelajaran Sosiologi serta dapat menjadi acuan pembelajaran, analisis wawasan, dan tolak ukur dalam perkembangan akdemik kami untuk penilaian dadri segi selanjutnya.
Atas dasar bimbingannya, kami berterimakasih kepada Guru bidang yang bersangkutan semoga makalah ini dapat bermanfaat.



                                                DAFTAR ISI
1.      KATA PENGANTAR
2.      DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
1.2  RUMUSAN MASALAH
1.3  TUJUAN
BAB II KAJIAN TEORI
2.1  PENGERTIAN KELOMPOK SOSIAL
2.2  PENGERTIAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL
2.3  PENGERTIAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL MENURUT PARA AHLI

BAB III PEMBAHASAN
            3.1 KONFLIK
            3.2 PENGERTIAN KONFLIK
            3.3 PENYEBAB KONFLIK
            3.4 PENGERTIAN INTEGRASI
            3.5 FAKTOR PENDORONG INTEGRASI SOSIAL
            3.6 FAKTOR YANG MENCIPTKAN INTEGRASI
BAB IV PENUTUP
            4.1 KESIMPULAN
            4.2 SARAN
3.   DAFTAR PUSTAKA






BAB 1
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
            Indonesia merupakan Negara yang kaya akan keanekaragaman kebudayaan baik suku, ras, agama, jenis kelamin, bahasa, Dll. Keanekaragaman ini dijadikan suatu kekuatan bagi masyarakaat Indonesia untuk mempertahan kan keutuhan bangsa dengan adanya keanekaragaman ini, akan menimbulkan hal-hal, yaitu konflik, perpecahan, integrasi, atau keutuhan. Dalam suatu masyarakat majemuk akan terjadi integrasi apabila masyarakat tersebut saling manghargai dan menerima kebudayaan luar. Tetap lain halnya, apabila keanekargaman tersebut lebih ditonjolkan oleh setiap daerah atau adanya resisme maka akan terjadi konflik yang berkepanjangan.
RUMUSAN MASALAH
1.      Apa perpecahan yang di akibat kan oleh kelompok social masyarakat multikultural ?
2.      Bagaimana strategi penanggulangan konflik dalam masyarakat multikultural Indonesia.

TUJUAN
1.      Untuk dapat mengetahui jenis dan bentuk konflik dalam masyarakat multikultural Indonesia.
2.      Untuk dapat mengetahui bagaimana dampak konflik dalam masyarakat multikultural di Indonesia.
3.      Untuk dapat mengetahui bagamana penanggulangan konflik dalam masyarakat multikultural.



BAB II
KAJIAN TEORI
A.    Pengertian kelompok social
adalah kumpulan manusia yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi.
B.     Pengertian masyarakat multikultural
Secara etimologi
Multikultural berasal dari kata multiyang berarti banyak (lebih dari satu) dan culture yang arinya = kebudayaan.
Secara terminologi
Adalah masyarakat yang terdiri dari beragam suku bangsa dan budaya. Masyarakat artinya sebagai satu kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut sistem adat istiadat tertentu yang bersifat continue terkait oleh rasa identitas bersama.
C.     Pengertian masyarakat multikultural menurut para ahli.

1.      .J.S FURNIVAL
Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih komunikasi (komunikasi) yang secara kultural dan ekonomi terfragmentasi dan memiliki struktur kelembagaan yang berbeda satu sama lain.
2.      NASIKUM
Sebuah masyarakat plural adalah masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih dari tatanan social, masyarkat atau kelompok yang secara kultural, ekonomi dan politik dipisahkan (diisolasi), dan memiliki struktur kelembagaan dan berbeda satu sama lain.
3.      CLIFFORD GEERTZ
Sebuah masyarakat plural adalah masyarakat yang terbagi menjadi beberapa subsistem embrio itu sendiri dan terkait dalam ikatan primordial.

4.      PIERRE L VAN DEN BERGHE
Menunjukan bahwa masyarakat majemuk ditandai sebagai berikut.
-          Mengalami srmentasi ke dalam kelompok subkulturyang berbeda satu dengan yang lain.
-          Memiliki struktur social yang terbagi ke dalam lembaga non komplemeter.
-          Kurang mengembangkan konsensus di anara anggota terhadap nilai yang bersifat dasar.
-          Relatif sering bertentangan antara satu kelompok dengan klompok lainnya.
-          Seecara relatif pertumbuhan integrasi social terjadi karea paksaan (pemaksaa) dan saling tergantung pada bidang ekonomi.
-          Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok yang lain.

5.      AZYUMARDI  AZRA
“Multikultural” pada dasarnya adalah pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan ke dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan realitas pluralitas agama dan mustikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat.
Masyarakat juga dapat di pahami sebagai pandangan dunia yang kemudian di wujud kan dalam kesadaran politik.

BAB III
PEMBAHASAN
            Perkembangan kelompok sosial dalam masyarakat multikultural meliputi dua pola yaitu
A.    Konflik
1.      Pengertian Konflik
Konflik berasal dari kata kerja latin, “Configure” yang berarti “Saling Memukul”. Konflik adalah bagian dari interaksi sosial yang bersifat disasosiatif, konflik atau pertentangan diartikan sebagai suatu bentuk interaksi yang di tandai oleh keadaan saling mengancam, menghancurkan, melukai, dan melenyapkan diantara pihak pihak terlibat.
       Menurut teori konflik, masyarakat memang bersifat pluralistik dan di dalamnya terjadi ketidak seimbangan distribusi kekuasaan (Authority ) , artinya dalam suatu masyaraat senantiasa terdapat kelompok-kelompok sisoal yang saling bersaing dan berebut pengaruh.
      Teori konflik yang dianggap  mampu menjelaskan terjadinya konflik terdiri atas dua pandangan yaitu..
a.       Pandangan Pertama
Digolongkan sebagai teori klasik yang dimunculkan oleh karl max. George simmel, lewis coser, dan ralf dah rendosf. Mereka menganggap bahwa konflik terjadi karena adanya perjuangan antar kelas sosial yang ada di masyarakat . menurut karl marx, perjuangan itu berupa pertentangan (konflik ) antar kelas borjuis dan kelas proitar. Kelas borjuis adalah kelompok yang memegang keusaaan mengatur, masyarakat sementara itu, kaum proletar adalah kelompok yang diatur , yaitu para pekerja yang tereksploitasi sebagai buruh bayaran yang bekerja pada pabrik milik orang-orang kaya ( borjuis ).
b.      Pandangan Kedua
Dimunculkan oleh Taylor, Walton, dan young. teori mereka dianggap sebagai pemikiran terbaru ( kontenporer ) meskipun secara mendasar intinya sama dengan verli pertama. Terjadinya konflik sosial menurut mereka, juga berakar pada perbedaan distibusi kekuasaan dalam masyarakat. Kaum elit yang di anggap sebagai pengontrol pembuatan peraturan dan hukum-hukum untuk menjamin keamana kepentingan kelompok mereka sendiri antara kelompok elit dan kelompok yang tidak memiliki kekuasaan memiliki kepentingan yang berbeda dan saling berlawanan.
2.      Penyebab konflik
Hal-hal yang menyebapkan konflik adalah
1). Prasangka buruk terhadap orang lain.
2). Adanya orang-orang yang tidak dapat mengendalikan emosi.
3). Timbulnya suatu masalah yang akhirnya melahirkan permusuhan .
4). Terjadinya persaingan tajam sehingga kontrol sosial tidak mampu mengendalikannya
5). Adanya dorongan kemauan kuat untuk memperoleh prestasi.
2. Penyebab konflik
Hal-hal dapat menyebabkan konflik, antara lain.
a.       Diskriminasi
Menurut kamus besar bahasa Indonesia. Diskriminasi yaitu perbedaan perilaku terhadap sesama warga Negara ( berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama, dan sebagainya).
Diskriminasi merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, dimana pelayanan ini di buat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut.
Contoh diskriminasi yang ada di Indonesia adalah diskrminasi ras yang terjadi di Yogyakarta yaitu keturunan china yang tidak di perbolehkan memiliki tanah. Surat instruksi kepada daerah istimewa Yogyakarta yang dikeluarkan pada tahun 1975 lalu, yang berisi larangan warga nonpribumi memiliki tanah banyak orang toinghoa dan sejumlah penduduk Yogyakarta yang melakukan upaya menuntut hak termasuk gerakan anak negri anti diskriminasi  (GRANAD). Melalui komnas HAM beberapa tahun lalu. Komnas HAM sendiri memberikan rekomendasi kepada gubernur Yogyakarta untuk mencabut kebijakan disebut “diskriminasi” itu.
b.      Dominasi
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, dominasi yaitu penguasaan oleh pihak yang lebih kuat terhadap yang lebih lemah (dalam bidang. Politik, militer, ekonomi, perdagangan, dan sebagainya).
Domisai merupakan suatu proses dari satu kelompok untuk menguasai kelompok lain nya dengan cara apapun.
Contoh dominasi adalah kedatangan orang kulit putih di benua asia, afrika , amerika dan Australia. Dominasi ini banyak kita jumpai pula dalam kelompok lain. Kita banyak menjumpai ada suatu kelompok etnis mendominasi kelompok etnis yang lain. Laki-laki mendominasi perempuan, dan orang kaya mendominasi orang kaya mendominasi orang miskin.
Korn belum menyatakan bahwa terdpat empat macam kemungkinan proses yang terjadi dalam suatu hubungan antar kelompok yang berkaitan dengan dominasi:
a.       Genosida
Adalah pembunuhan secara sengaja dan sistematis terhadap anggota kelompok tertentu.
b.      Pengusiran
c.       Perbudakan.
d.      Segregasi.
Adalah suatu pemisahan antara kulit putih dan kulit hitam di afrika selatan pada masa poitik apattheid.


B.     Integrasi
1.      Pengertian intergrasi
Menurut kamus besar bahasa Indonesia , integrasi adalah pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh atau bulat.
Itergrasi berasal dari bahasa inggris “integration” yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan.
Integrasi sisoal adalah bagian dari proses sosial yang berupa kecendrungan untuk saling menarik, saling tergantung , dan saling menyesuaikan diri. Proses ini bias terjadi atas dasar paksaan dan atas dasar saling ketergantungan ekonomi.
a.       Integrasi atas dasar paksaan (coercion)
Dalam sebuah masyarakat majemuk seperti di Indonesia, konflik antar kelas maupun antar kelompok sosial sering terjadi. Sering kali, diantara pihak-ppihak yang berkonflik sulit mencapai titik temu untuk menyelesaikan persoalan yang membuat mereka selalu berkonflik. Jika integrasi kedua kelompok secara berdamai tidak diperoleh, maka ditempuh pemaksaan agar mereka menghentikan permusuhan.
Jenis-jenis sanksi yang lazim diterpakan untuk mererdam konflik dengan pemaksaan oleh pemerintah, antara lain penyensoran media masa, pembatasan partisipasi politk dan pengawasan.
b.      Integrasi atas dasar ketergantungan ekonomi.
Setiap orang atau kelompok, tidak mungkin melepasakan diri dari usaha pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari yang bersifat ekonomis. Ketergantungan ekonomi seperti ini dapat menjalin integrasi antar kelompok atau individu yang lebih kuat dan luas.
2.      Faktor pendorong integrasi sosial.
Berikut adalah hal-hal yang dapat memungkinkan terjadi integrasi sosial:
a.       Pola hubungan sosial.
Dua kelompok sosial yang berbeda dapat melakukan hubungan kerjasama saling menguntungkan (simbiosis mutualisma).warga pribumi yang bekerja di toko atau perusahaan milik keturunan tionghoa adalah wujud integrasi yang dilandasi hubungan simbiosis mutualisma.
b.      Cross-cutting affiliation dan cross-cutting loyalities.
Cross-cutting affiliation adalah keanggotaan ganda. Missal nya, suatu ketika terjadi konflik antara warga pendatang dengan penduduk asli. Setelah keduanya saling mengetahui bahwa mereka memeluk agama yang sama, konflik pun segera berakhir.
Cross-cutting loyalities berarti adanya loyalitas (kesetiaan)ganda. Disamping menjadi anggota berbagai kelompok sosial, seseorang atau sekelompok orang juga memilliki kesetiaan kelompok-kelompok sosial yang diikutnya itu.
3.      Faktor yang menciptakan integrasi.
a.       Akulturasi
Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah kedalam kebudayaan sendiri tanpa menyebapkan unsur kebudayaan kelompok itu sendiri.
Coontoh akulturasi misalnya dalam sistem kepercayaan pada masa praaaksara di nusantara sudah mengenal sistem kepercayaan dinamisme dan animisme sesudah masuknya pengaruh hindia yaitu hindu-budhha kepercayaan atas roh halus tidak hilang. Cntoh nya bisa dilihat pada pungsi candi di india fungsi candi atau kuil adalah tempat pemujaan nusantara selai tempat pemujaan candi juga dipungsikan sebagai makan raja.
b.      Pluralisme
Pluralisme berasal dari dua kata yaitu prular (beragam) danisme (paham), yang berarti bergam yaitu atau macam-macam paham.
Dalam ilmu sosial puralisme adalah rangka dimana ada interaksi beberapa kelompok kelompok yang menunjukan rasa saling menghormati dan toleransi satu sama lain.
Pluralisme adalah suatu paham atau pandangan hidup yang mengaku dan menerima adanya kemajemukan dan atau keaneka ragaman dalam suatu kelompok masyarakat.
Manfaat pluralisme adalah mengajak warga Negara agar dapat membangkitkan sifat pengahargaan antar satu ras dengan ras lainnya antara entis atau suku satu daengan yang lainnya antara pengikut yan lain., selain itu setiap warga, ras, etnik, dan penganut agaa tertentu dapat menembangkan kultur, nilai-nilai ajarannya serta tradisinya.



BAB  IV
                                    PENUTUP
KESIMPULAN
            Kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiiki kesaudaraan bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok sosial diciptakan oleh anggota masyarakat dan sangat mempengaruhi perilaku anggotanya.
            Perkembangan kelompok sosial dalam masyarakat multikultural melputi konlfik atau perpecahan yang dan integrasi atau keutuhan konflik itu sendiri menimbulka perpecahan bangsa yang disebabkan ole diskriminasi dan dominasi. Sedangkan integrasi menciptakan keutuhan bangsa yang ditimbulkan oleh akulturasi dan pluralisame.

            SARAN
            Demikianlah beberapa proses sosial yang telah diuraikan. Semua dapat menjadi pisau analisis untuk mengevaluasi bagaimana masyarakat kita membangun kerja sama, meskipun pada uraian di atas kita lebih pro terhadap permasalahan masyarakat multikultural yang banyak menimbulkan konflik dan pertentangan. Bukan bukan dengan maksud untuk menegaskan bahwa masyarakat multikultural harus berkonflik. Yang hendak di tonjolkan : adalah bagai mana menyelesaikan konflik. Ini penting karena konflik hampir tidak perah absen dalam kehidupan masyarakat multikulturalisme.
           










DAFTAR PUSTAKA
Horton,paul B. dan chester l. Hunt. 1984. Sosioogi. Pentj aminudin ram dan Tita sabari .jakarta: Erlangga. Susanto. Agus. 2009. Perkembangan kelompok sosial dalam  masyarakat multikultural dari.
http://ulviahmadas256.blogspot.com/ diakses pada tanggal 24 februari 2017 http://sosialsosiologi.blogspot.com/ diakses pada tanggal 24 februari 2017 http://bambangsulistio.web.id/2017/02/makalah-masyarakat-multikultural.html/ diakses pada tanggal 24 februari 2017 http://id.wikipedia.org/multikulturalisme/ diakses pada tanggal 24 februari 2017.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar