MAKALAH SOSIOLOGI
PERKEMBANGAN KELOMPOK SOSIAL
DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL

KELAS :XI IPS 3
KELOMPOK: 3
ANGGOTA : -Nizar
Noviansyah -Sri Utari
-Ranti Maulidyawati -Dede
Ardika supriatna
-Intan Fauziah Oktaviani -Sahrul
-Marwan Setiawan -Samsul
Bahri
-Anida Anhafia
Nama Guru Pembimbing : Ibu (
Kurnia Kaniawati, S. PD. )
Makalah ini diajukan untuk
memenuhi salah satu tugas mata pelajaran sosiologi
JL. GUNUNG SALAK ENDAH – GUNUNG SARI
KODE POS 16630. Telp. (0251) 2768760 PAMIJAHAN BOGOR
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi ALLAH SWT. Tuhan seluruh alam, atas
berkah kesehatan dan keridhaan nya, usaha kami segenap tim penyusun makalah ini
dapat menyelesaikan tulisan kami dengan waktu dan kompetensi yang telah di
tentukan.
Adapun tulisan ini kami berijudul “PERKEMBANGAN
KELOMPOK SOSIAL DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL” dengan maksud dan tujuan dapat
memenuhi tugas mata pelajaran Sosiologi serta dapat menjadi acuan pembelajaran,
analisis wawasan, dan tolak ukur dalam perkembangan akdemik kami untuk
penilaian dadri segi selanjutnya.
Atas dasar bimbingannya, kami berterimakasih kepada
Guru bidang yang bersangkutan semoga makalah ini dapat bermanfaat.
DAFTAR ISI
1.
KATA
PENGANTAR
2.
DAFTAR
ISI
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.3 TUJUAN
BAB II KAJIAN
TEORI
2.1 PENGERTIAN KELOMPOK SOSIAL
2.2 PENGERTIAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL
2.3 PENGERTIAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL MENURUT PARA AHLI
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 KONFLIK
3.2 PENGERTIAN KONFLIK
3.3 PENYEBAB KONFLIK
3.4 PENGERTIAN INTEGRASI
3.5 FAKTOR PENDORONG INTEGRASI SOSIAL
3.6 FAKTOR YANG MENCIPTKAN INTEGRASI
BAB IV PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
4.2 SARAN
3. DAFTAR PUSTAKA
BAB 1
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Indonesia
merupakan Negara yang kaya akan keanekaragaman kebudayaan baik suku, ras,
agama, jenis kelamin, bahasa, Dll. Keanekaragaman ini dijadikan suatu kekuatan
bagi masyarakaat Indonesia untuk mempertahan kan keutuhan bangsa dengan adanya
keanekaragaman ini, akan menimbulkan hal-hal, yaitu konflik, perpecahan,
integrasi, atau keutuhan. Dalam suatu masyarakat majemuk akan terjadi integrasi
apabila masyarakat tersebut saling manghargai dan menerima kebudayaan luar.
Tetap lain halnya, apabila keanekargaman tersebut lebih ditonjolkan oleh setiap
daerah atau adanya resisme maka akan terjadi konflik yang berkepanjangan.
RUMUSAN MASALAH
1.
Apa
perpecahan yang di akibat kan oleh kelompok social masyarakat multikultural ?
2.
Bagaimana
strategi penanggulangan konflik dalam masyarakat multikultural Indonesia.
TUJUAN
1.
Untuk
dapat mengetahui jenis dan bentuk konflik dalam masyarakat multikultural
Indonesia.
2.
Untuk
dapat mengetahui bagaimana dampak konflik dalam masyarakat multikultural di
Indonesia.
3.
Untuk
dapat mengetahui bagamana penanggulangan konflik dalam masyarakat
multikultural.
BAB II
KAJIAN
TEORI
A.
Pengertian
kelompok social
adalah kumpulan manusia yang memiliki kesadaran
bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi.
B.
Pengertian
masyarakat multikultural
Secara etimologi
Multikultural berasal dari kata multiyang berarti
banyak (lebih dari satu) dan culture yang arinya = kebudayaan.
Secara terminologi
Adalah masyarakat yang terdiri dari beragam suku
bangsa dan budaya. Masyarakat artinya sebagai satu kesatuan hidup manusia yang
berinteraksi menurut sistem adat istiadat tertentu yang bersifat continue
terkait oleh rasa identitas bersama.
C.
Pengertian
masyarakat multikultural menurut para ahli.
1.
.J.S
FURNIVAL
Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang
terdiri dari dua atau lebih komunikasi (komunikasi) yang secara kultural dan
ekonomi terfragmentasi dan memiliki struktur kelembagaan yang berbeda satu sama
lain.
2.
NASIKUM
Sebuah masyarakat plural adalah masyarakat yang terdiri
dari dua atau lebih dari tatanan social, masyarkat atau kelompok yang secara
kultural, ekonomi dan politik dipisahkan (diisolasi), dan memiliki struktur
kelembagaan dan berbeda satu sama lain.
3.
CLIFFORD
GEERTZ
Sebuah masyarakat plural adalah masyarakat yang
terbagi menjadi beberapa subsistem embrio itu sendiri dan terkait dalam ikatan
primordial.
4.
PIERRE
L VAN DEN BERGHE
Menunjukan bahwa
masyarakat majemuk ditandai sebagai berikut.
-
Mengalami
srmentasi ke dalam kelompok subkulturyang berbeda satu dengan yang lain.
-
Memiliki
struktur social yang terbagi ke dalam lembaga non komplemeter.
-
Kurang
mengembangkan konsensus di anara anggota terhadap nilai yang bersifat dasar.
-
Relatif
sering bertentangan antara satu kelompok dengan klompok lainnya.
-
Seecara
relatif pertumbuhan integrasi social terjadi karea paksaan (pemaksaa) dan
saling tergantung pada bidang ekonomi.
-
Adanya
dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok yang lain.
5.
AZYUMARDI AZRA
“Multikultural” pada dasarnya adalah pandangan dunia
yang kemudian dapat diterjemahkan ke dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang
menekankan penerimaan realitas pluralitas agama dan mustikultural yang terdapat
dalam kehidupan masyarakat.
Masyarakat juga dapat di pahami sebagai pandangan
dunia yang kemudian di wujud kan dalam kesadaran politik.
BAB III
PEMBAHASAN
Perkembangan kelompok sosial dalam
masyarakat multikultural meliputi dua pola yaitu
A.
Konflik
1.
Pengertian
Konflik
Konflik berasal dari kata kerja latin, “Configure”
yang berarti “Saling Memukul”. Konflik adalah bagian dari interaksi sosial yang
bersifat disasosiatif, konflik atau pertentangan diartikan sebagai suatu bentuk
interaksi yang di tandai oleh keadaan saling mengancam, menghancurkan, melukai,
dan melenyapkan diantara pihak pihak terlibat.
Menurut teori konflik, masyarakat memang
bersifat pluralistik dan di dalamnya terjadi ketidak seimbangan distribusi
kekuasaan (Authority ) , artinya dalam suatu masyaraat senantiasa terdapat
kelompok-kelompok sisoal yang saling bersaing dan berebut pengaruh.
Teori
konflik yang dianggap mampu menjelaskan
terjadinya konflik terdiri atas dua pandangan yaitu..
a.
Pandangan
Pertama
Digolongkan sebagai
teori klasik yang dimunculkan oleh karl max. George simmel, lewis coser, dan
ralf dah rendosf. Mereka menganggap bahwa konflik terjadi karena adanya
perjuangan antar kelas sosial yang ada di masyarakat . menurut karl marx,
perjuangan itu berupa pertentangan (konflik ) antar kelas borjuis dan kelas
proitar. Kelas borjuis adalah kelompok yang memegang keusaaan mengatur,
masyarakat sementara itu, kaum proletar adalah kelompok yang diatur , yaitu
para pekerja yang tereksploitasi sebagai buruh bayaran yang bekerja pada pabrik
milik orang-orang kaya ( borjuis ).
b.
Pandangan
Kedua
Dimunculkan oleh Taylor, Walton, dan young. teori
mereka dianggap sebagai pemikiran terbaru ( kontenporer ) meskipun secara
mendasar intinya sama dengan verli pertama. Terjadinya konflik sosial menurut
mereka, juga berakar pada perbedaan distibusi kekuasaan dalam masyarakat. Kaum
elit yang di anggap sebagai pengontrol pembuatan peraturan dan hukum-hukum
untuk menjamin keamana kepentingan kelompok mereka sendiri antara kelompok elit
dan kelompok yang tidak memiliki kekuasaan memiliki kepentingan yang berbeda
dan saling berlawanan.
2.
Penyebab
konflik
Hal-hal
yang menyebapkan konflik adalah
1). Prasangka
buruk terhadap orang lain.
2). Adanya
orang-orang yang tidak dapat mengendalikan emosi.
3). Timbulnya
suatu masalah yang akhirnya melahirkan permusuhan .
4). Terjadinya persaingan tajam sehingga kontrol
sosial tidak mampu mengendalikannya
5). Adanya dorongan kemauan kuat untuk memperoleh
prestasi.
2. Penyebab konflik
Hal-hal dapat menyebabkan konflik, antara lain.
a.
Diskriminasi
Menurut kamus besar bahasa Indonesia. Diskriminasi
yaitu perbedaan perilaku terhadap sesama warga Negara ( berdasarkan warna
kulit, golongan, suku, ekonomi, agama, dan sebagainya).
Diskriminasi merujuk kepada pelayanan yang tidak adil
terhadap individu tertentu, dimana pelayanan ini di buat berdasarkan
karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut.
Contoh diskriminasi yang ada di Indonesia adalah
diskrminasi ras yang terjadi di Yogyakarta yaitu keturunan china yang tidak di
perbolehkan memiliki tanah. Surat instruksi kepada daerah istimewa Yogyakarta
yang dikeluarkan pada tahun 1975 lalu, yang berisi larangan warga nonpribumi
memiliki tanah banyak orang toinghoa dan sejumlah penduduk Yogyakarta yang
melakukan upaya menuntut hak termasuk gerakan anak negri anti diskriminasi (GRANAD). Melalui komnas HAM beberapa tahun
lalu. Komnas HAM sendiri memberikan rekomendasi kepada gubernur Yogyakarta
untuk mencabut kebijakan disebut “diskriminasi” itu.
b.
Dominasi
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, dominasi yaitu
penguasaan oleh pihak yang lebih kuat terhadap yang lebih lemah (dalam bidang.
Politik, militer, ekonomi, perdagangan, dan sebagainya).
Domisai merupakan suatu proses dari satu kelompok
untuk menguasai kelompok lain nya dengan cara apapun.
Contoh dominasi adalah kedatangan orang kulit putih di
benua asia, afrika , amerika dan Australia. Dominasi ini banyak kita jumpai
pula dalam kelompok lain. Kita banyak menjumpai ada suatu kelompok etnis
mendominasi kelompok etnis yang lain. Laki-laki mendominasi perempuan, dan
orang kaya mendominasi orang kaya mendominasi orang miskin.
Korn belum menyatakan bahwa terdpat empat macam
kemungkinan proses yang terjadi dalam suatu hubungan antar kelompok yang
berkaitan dengan dominasi:
a.
Genosida
Adalah
pembunuhan secara sengaja dan sistematis terhadap anggota kelompok tertentu.
b.
Pengusiran
c.
Perbudakan.
d.
Segregasi.
Adalah
suatu pemisahan antara kulit putih dan kulit hitam di afrika selatan pada masa
poitik apattheid.
B.
Integrasi
1.
Pengertian
intergrasi
Menurut
kamus besar bahasa Indonesia , integrasi adalah pembauran hingga menjadi
kesatuan yang utuh atau bulat.
Itergrasi berasal dari bahasa inggris “integration”
yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan.
Integrasi sisoal adalah bagian dari proses sosial yang
berupa kecendrungan untuk saling menarik, saling tergantung , dan saling
menyesuaikan diri. Proses ini bias terjadi atas dasar paksaan dan atas dasar
saling ketergantungan ekonomi.
a.
Integrasi
atas dasar paksaan (coercion)
Dalam sebuah masyarakat majemuk seperti di Indonesia,
konflik antar kelas maupun antar kelompok sosial sering terjadi. Sering kali,
diantara pihak-ppihak yang berkonflik sulit mencapai titik temu untuk
menyelesaikan persoalan yang membuat mereka selalu berkonflik. Jika integrasi
kedua kelompok secara berdamai tidak diperoleh, maka ditempuh pemaksaan agar
mereka menghentikan permusuhan.
Jenis-jenis
sanksi yang lazim diterpakan untuk mererdam konflik dengan pemaksaan oleh
pemerintah, antara lain penyensoran media masa, pembatasan partisipasi politk
dan pengawasan.
b.
Integrasi
atas dasar ketergantungan ekonomi.
Setiap orang atau kelompok, tidak mungkin melepasakan
diri dari usaha pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari yang bersifat ekonomis.
Ketergantungan ekonomi seperti ini dapat menjalin integrasi antar kelompok atau
individu yang lebih kuat dan luas.
2.
Faktor
pendorong integrasi sosial.
Berikut
adalah hal-hal yang dapat memungkinkan terjadi integrasi sosial:
a.
Pola
hubungan sosial.
Dua kelompok sosial yang
berbeda dapat melakukan hubungan kerjasama saling menguntungkan (simbiosis
mutualisma).warga pribumi yang bekerja di toko atau perusahaan milik keturunan
tionghoa adalah wujud integrasi yang dilandasi hubungan simbiosis mutualisma.
b.
Cross-cutting
affiliation dan cross-cutting loyalities.
Cross-cutting affiliation
adalah keanggotaan ganda. Missal nya, suatu ketika terjadi konflik antara warga
pendatang dengan penduduk asli. Setelah keduanya saling mengetahui bahwa mereka
memeluk agama yang sama, konflik pun segera berakhir.
Cross-cutting loyalities
berarti adanya loyalitas (kesetiaan)ganda. Disamping menjadi anggota berbagai
kelompok sosial, seseorang atau sekelompok orang juga memilliki kesetiaan
kelompok-kelompok sosial yang diikutnya itu.
3.
Faktor
yang menciptakan integrasi.
a.
Akulturasi
Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul
manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan
unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima
dan diolah kedalam kebudayaan sendiri tanpa menyebapkan unsur kebudayaan
kelompok itu sendiri.
Coontoh akulturasi misalnya dalam sistem kepercayaan
pada masa praaaksara di nusantara sudah mengenal sistem kepercayaan dinamisme
dan animisme sesudah masuknya pengaruh hindia yaitu hindu-budhha kepercayaan
atas roh halus tidak hilang. Cntoh nya bisa dilihat pada pungsi candi di india
fungsi candi atau kuil adalah tempat pemujaan nusantara selai tempat pemujaan
candi juga dipungsikan sebagai makan raja.
b.
Pluralisme
Pluralisme berasal dari dua kata yaitu prular
(beragam) danisme (paham), yang berarti bergam yaitu atau macam-macam paham.
Dalam ilmu sosial puralisme adalah rangka dimana ada
interaksi beberapa kelompok kelompok yang menunjukan rasa saling menghormati
dan toleransi satu sama lain.
Pluralisme adalah suatu paham atau pandangan hidup
yang mengaku dan menerima adanya kemajemukan dan atau keaneka ragaman dalam
suatu kelompok masyarakat.
Manfaat pluralisme adalah mengajak warga Negara agar
dapat membangkitkan sifat pengahargaan antar satu ras dengan ras lainnya antara
entis atau suku satu daengan yang lainnya antara pengikut yan lain., selain itu
setiap warga, ras, etnik, dan penganut agaa tertentu dapat menembangkan kultur,
nilai-nilai ajarannya serta tradisinya.
BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN
Kelompok sosial adalah kumpulan
orang yang memiiki kesaudaraan bersama akan keanggotaan dan saling
berinteraksi. Kelompok sosial diciptakan oleh anggota masyarakat dan sangat
mempengaruhi perilaku anggotanya.
Perkembangan kelompok sosial dalam
masyarakat multikultural melputi konlfik atau perpecahan yang dan integrasi
atau keutuhan konflik itu sendiri menimbulka perpecahan bangsa yang disebabkan
ole diskriminasi dan dominasi. Sedangkan integrasi menciptakan keutuhan bangsa
yang ditimbulkan oleh akulturasi dan pluralisame.
SARAN
Demikianlah beberapa proses sosial
yang telah diuraikan. Semua dapat menjadi pisau analisis untuk mengevaluasi
bagaimana masyarakat kita membangun kerja sama, meskipun pada uraian di atas
kita lebih pro terhadap permasalahan masyarakat multikultural yang banyak
menimbulkan konflik dan pertentangan. Bukan bukan dengan maksud untuk
menegaskan bahwa masyarakat multikultural harus berkonflik. Yang hendak di
tonjolkan : adalah bagai mana menyelesaikan konflik. Ini penting karena konflik
hampir tidak perah absen dalam kehidupan masyarakat multikulturalisme.
DAFTAR PUSTAKA
Horton,paul B.
dan chester l. Hunt. 1984. Sosioogi. Pentj aminudin ram dan Tita sabari
.jakarta: Erlangga. Susanto. Agus. 2009. Perkembangan kelompok sosial
dalam masyarakat multikultural dari.
http://ulviahmadas256.blogspot.com/
diakses pada tanggal 24 februari 2017 http://sosialsosiologi.blogspot.com/ diakses pada tanggal 24 februari 2017 http://bambangsulistio.web.id/2017/02/makalah-masyarakat-multikultural.html/ diakses pada tanggal 24 februari 2017 http://id.wikipedia.org/multikulturalisme/ diakses pada tanggal 24 februari 2017.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar