Senin, 15 Oktober 2018


  1. PENGANTAR BISNIS:
    BISNIS DAN LINGKUNGAN BISNIS
    Banyak kegiatan yang dilakukan dimasyarakat memerlukan pengelolaan yang efektif dan efisien. Pada dasarnya, organisasi yang mengelola kegiatanmasyarakat dapat dibedakan menjadi organisasi profit (bisnis) dan organisasi non-profit. Kegiatan non profitberorientasi pada tujuan sosial dan tidak mencarikeuntungan secara finansial. Contoh organisasi non profit adalah LSM, LBH, dan sebagainya.
    Kegiatan bisnis merupakan proses kegiatan oleh individu atau kelompok melalui proses penciptaan, pertukaran kebutuhan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan khususnya secara finansial. Organisasi bisnis merupakan suatu system yang terdiri berbagai subsistem yang terdiri dari input, proses, dan output. Organisasi bisnis juga tidak dapat dipisahkan dari sistem yang lebih besar yang berupa sistem ekonomi yang berkembang yang secara langsung ataupun tidak langsung berpengaruh terhadap organisasi bisnis.
    Pihak-Pihak dalam Pengelolaan Bisnis
    Berdasarkan tingkat kepentingan dan keterlibatan dalam aktivitas bisnis, SDM yang terlibat dalam bisnis dikategorikan menjadi:
    1.      Pemilik modal
    Pihak – pihak yang menyediakan dana sehingga kegiatan operasional dan aktivitas organisasi dapat berjalan dengan lancar.
    2.     Manajer
    Orang – orang yang memiliki tanggung jawab untuk menjalankan dan mengelola organisasi bisnis sehingga akan mencapai tujuan yang direncanakan oleh pemilik modal.
    3.    Tenaga kerja
    Merupakan pengelola proses produksi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen akan produk yang berkualitas.
    4.    Konsumen
    Konsumen merupakan pengguna produk yang dihasilkan oleh organisasi bisnis. Konsumen merupakan kelompok potensial yang akan menggunakan produk ataupun jasa yang ditawarkan oleh organisasi bisnis. 
    Maksud dan Tujuan Bisnis
    Bisnis tidak hanya bermaksud untuk memenuhi kebutuhan masyarakat konsumen.
    Tingkatan Partisipasi Bisnis
    1. Domestik
    2. Internasional
    3. Multinasional
    4. Global
    Sistem Ekonomi di Dunia
     Sistem Ekonomi dan Faktor Produksi
    Sistem ekonomi merupakan sistem negara untuk mengalokasikan sumber daya ke berbagai warganegaranya, baik individu maupun organisasi. Selain itu sistem ekonomi juga dapat diartikan sebagai suatu cara yang dilakukan sekelompok orang (negara) untuk mengatasi beberapa persoalan seperti:
    · Barang apa yang seharusnya dihasilkan
    · Bagaimana cara menghasilkan barang itu
    · Untuk siapa barang tersebut dihasilkan atau bagaimana barang tersebut didistribusikan kepada masyarakat.
    Faktor produksi diartikan sebagai sumberdaya yang digunakan dalam produksi barang dan jasa, paling tidak ada 4 faktor produksi, yaitu:
    1. Tenaga Kerja (sumberdaya manusia)
    2. Modal
    3. Wirausahawan
    4. Sumber daya (sumber daya fisik dan sumber daya informasi)
    Jenis Sistem Ekonomi
    1. Sistem Ekonomi Terpimpin
    2. Sistem Ekonomi Pasar
    3. Sistem Ekonomi Campuran (Mixed Market)
    Lingkungan Bisnis
    Adalah keseluruhan hal-hal atau keadaan di luar badan usaha atau industri yang memengaruhi kegiatan organisasi. Lingkungan bisnis meliputi lingkungan ekonomi, teknologi, sosial dan persaingan.
    Lingkungan Ekonomi 
    Lingkungan ekonomi merujuk pada kondisi sistem ekonomi tempat perusahaan tertentu beroperasi. Kondisi ekonomi merefleksikan kondisi bisnis nyata. Apabila terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi maka konsumsi dan permintaan cenderung meningkat, sebaliknya pertumbuhan ekonomi yang menurun mengakibatkan konsumsi dan permintaan menurun.
    Ada beberapa faktor ekonomi yang perlu diperhatikan perusahaan karena akan berpengaruh terhadap jalannya bisnis.
    a)    Produk Domestik Bruto dan Produk Nasional Bruto
    b)    Tingkat pengangguran
    c)    Inflasi
    d)    Suku bunga
    Lingkungan Teknologi
    Terdapat dua kategori umum dari teknologi yang berhubungan dengan bisnis:
    a.    Teknologi produk dan jasa
    b.    Teknologi proses bisnis
    Lingkungan Hukum-Politik
    Lingkungan ini mencerminkan hubungan antara bisnis dan pemerintah, biasanya dalam bentuk regulasi pemerintah. Sistem hukum ikut menentukan apa yang dapat dilakukan dan tidak dapat dilakukan oleh organisasi. Selain itu berbagai perwakilan pemerintah mengatur bidang-bidang penting seperti praktek periklanan, pertimbangan keamanan dan kesehatan serta standar perilaku yang dapat diterima.
    Lingkungan Sosio-Budaya
     Lingkungan sosial mencakup kebiasaan, adat istiadat, nilai, dan karakteristik demografik dari masyarakat dimana sebuah organisasi beroperasi. Proses sosio-budaya menentukan barang dan jasa serta standar perilaku bisnis yang dihargai dan diterima masyarakat.
    Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
    Etika Bisnis Dan Etika Manajerial
     Etika (ethics) merupakan keyakinan mengenai tindakan yang benar dan yang salah atau tindakan yang baik dan yang buruk yang mempengaruhi hal lainnya. Dengan kata lain, perilaku etis (ethical behavior) merupakan perilaku yang sesuai dengan norma-norma sosial yang diterima secara umum sehubungan dengan tindakan-tindakan yang bermanfaat dan membahayakan. Sedangkan perilaku tidak etis adalah perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial. Sehingga etika bisnis (businessethics) dapat diartikan sebagai perilaku etis atau tidak etis yang dilakukan oleh manajer suatu organisasi.
    Pendekatan Terhadap Tanggungjawab Sosial
    Ada banyak pendekatan yang dapat diambil oleh perusahaan dalam merespon tuntutan masyarakat akan pelaksanaan tanggungjawab social perusahaan. Berikut ini merupakan beberapa pendekatan yang dapat menggambarkan sampai sejauh mana organisasi bersedia melaksanakan tanggungjawab sosial dan tingkat keterlibatan organisasi tersebut dalam pelaksanaan tanggungjawab sosial.
    a)    Pendekatan Obstruktif
    b)    Pendekatan Defensif.
    c)     Pendekatan Akomodatif
    d)    Pendekatan Proaktif
    Bidang-Bidang Tanggungjawab Sosial
    1. Investasi dalam lingkungan masyarakat
    2. Pendidikan dan Pelatihan
    3. Kebijakan dan Program Ketenagakerjaan
    4. Tanggungjawab terhadap lingkungan
    5. Perlindungan konsumen
    Pertimbangan Tanggungjawab Sosial
    Dalam melaksanakan program tanggung jawab sosial ada beberapa pihak yang keberadaannya harus dipertimbangkan oleh perusahaan yaitu:
    a) Pelanggan (Customers)
    b) Pekerja (Employees)
    c) Pemegang saham (Stockholders)
    d) Kreditur (Creditors)
    e) Masyarakat (Communities)

    GLOBALISASI EKONOMI DAN BISNIS INTERNASIONAL

    Globalisasi telah menjadi tren ekonomi dunia. Perekonomian dunia telah  semakin terbuka dan menjadi satu kesatuan ekonomi global. Globalisasimerupakan suatu kondisi saling tergantung dalam jaringan internasional yang meliputi transportasi, distribusi, komunikasi dan ekonomi yang melampaui garis batas teritori suatu negara. Globalisasi membuat proses produksi dan konsumsi produk menjadi suatu jaringan internasional yang melibatkan banyak negara. Salah satu bentuk globalisasi ekonomi adalah terbentuknya perusahaan global yang semakin berkembang di ekonomi global, seperti IBM, Coca Cola, Sony, Toyota, dll.

    Pendorong Globalisasi
    Dorongan – dorongan yang menciptakan globalisasi ekonomi meliputi:
    1. Dorongan pasar
    2. Dorongan biaya
    3. Dorongan pemerintah
    4. Dorongan persaingan
    5. Faktor lain

    Faktor Globalisasi
    1. Kedekatan  
    Kemajuan teknologi dan informasi semakin memperdekat jarak antara satu
    tempat dengan tempat yang lain.
    2. Lokasi
    Globalisasi mendorong perusahaan bisnis untuk menggunakan banyak tempat
    sebaga tempat usaha maupun pemasaran produk mereka.
    3. Sikap
    Globalisasi mendorong perubahan sikapyang semakin terbuka dan berbaurnya
    budaya dan perilaku dari berbagai negara membentuk budaya global.

    Mengapa Bisnis Go Internasional?
    Berikut ini adalah beberapa alasan yang mendorong sebuah perusahaan memperluas bisnisnya ke pasar internasional:
    1. Keuntungan potensial
    2. Profit margin
    3. Permintaan Konsumen yang stabil dan kuat
    4. Bahan baku
    5. Teknologi
    6. Efisiensi usaha

    Hambatan dalam Melaksanakan Bisnis Internasional
    Keberhasilan perusahaa dalam pasar luar negeri sebagian besar ditentukan oleh cara-cara bisnis tersebut dalam menanggapi hambatan sosial ekonomi, hukum dan politik yang terdapat dalam perdagangan internasional.

    BENTUK ORGANISASI BISNIS

    Perkembangan ekonomi telah mendorong terbentuknya berbagai organisasi  bisnis dalam bentuk yang berbeda – beda. Setiap usaha bisnis yang berkembang memiliki karakteristik yang berbeda baik dari segi modal, skala usaha, kepemilikan, maupun operasional kegiatannya.  Untuk itu perlu pengelolaan yang spesifik dan berbeda antara satu usaha dengan yang lain. Agar dapat berkembang dan mampubersaing dalam lingkungan bisnis, dalam memilih bentuk usaha perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki.   Beberapa pertimbangan yang dapat digunakan untuk membentuk suatu usaha bisnis meliputi:
    q Kebutuhan modal: jumlah dana yang diperlukan untuk melakukan suatu usaha
    q Risiko usaha: Pertanggung jawaban usaha apabila terjadi kerugian ataupun kebangkrutan
    q Pengawasan: Kemampuan pemilik usaha dalam melakukan pengawasan usaha
    q Kemampuan manajerial: keahlian yang harus di miliki untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengawasi usaha
    q Kebutuhan waktu: Kemampuan untuk menyediakan waktu yang cukup untuk menjalankan usaha dengan baik


    Bentuk-Bentuk Organisasi Bisnis
    1. Badan Usaha Perorangan
    2. Persekutuan (Firma, CV, Persoran Terbatas, BUMN, Koperasi)

    Ekspansi Bisnis 
    Perluasan atau ekspansi bisnis dilakukan untuk mencapai efisiensi, keuntungan yang lebih tinggi, ataupun agar dapat lebih kompetitif bersaing.
    1.    Penggabungan (merger)
    2.     Akuisisi
    3.     Pengambilalihan secara paksa (hostile takeover)
    4.    Leverage buyout


    PENGELOLAAN DAN PENGORGANISASIAN BISNIS
    Manajemen pengelolaan usaha merupakan proses pencapaian tujuan
    organisasi melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan
    pengendalian SDM dan sumber daya lain yang dimiliki oleh usaha bisnis.

    Level Manajemen
    Manajemen pada dasarnya dibagi dalam 3 tingkatan yaitu:
    1. Manajer puncak (Top manager)
    2. Manajer menengah (Middle manager)
    3. Manajer lini (First line manager)

    Peranan Manajemen
    Peranan manajer untuk menjalankan aktivitas organisasi pada umumnya terdiri dari
    tiga peran utama, yaitu:
    1. Peran interpersonal
    Peran interpersonal dilakukan manajer berhubungan dengan karyawan dan
    orang – orang disekitarnya. Peran interpersonal meliputi:
    2. Peran informasi
    Manajer berperan dalam memperoleh dan menyebarkan infomasi yang
    berkaitan dengan organisasi.
    3. Peran pengambil keputusan
    Sebagai pimpinan harus dapat mengambil keputusan yang tepat.

    4.4. Keterampilan Manajemen
    Untuk dapat menjalankan peran yang dimiliki secara edibekali keterampilan–keterampilan khusus yang dibutuhitu meliputi:
    1. Keterampilan teknis
    2. Keterampilan interpersonal
    3. Keterampilan konseptual

    Bentuk Struktur Organisasi
    Struktur organisasi perusahaan mempunyai empat bentuk dasar yaitu:
    a) Struktur organisasi fungsional.
    Merupakan bentuk organisasi bisnis yang wewenangnya ditentukan oleh
    keterkaitan antara fungsi dan aktivitas bisnis dasar, biasanya mencakup
    pemasaran, operasional, sumber daya manusia dan keuangan.
    b) Struktur organisasi divisional.
    Adalah struktur organisasi yang berdasarkan divisi-divisi yang beroperasi
    sebagai unit bisnis yang relatif otonom, di bawah naungan korporasi
    yang lebih besar. Divisi merupakan departemen yang menyerupai bisnis
    terpisah yang memproduksi dan memasarkan produk-produknya sendiri.
    c) Struktur organisasi matriks.
    Adalah struktur organisasi yang dibentuk berdasarkan kelompokkelompok

    dan anggota kelompok melapor kepada dua manajer atau
    lebih, satu dengan keahlian fungsional dan yang lain dengan orientasi
    produk atau proyek.
    d) Struktur organisasi internasional
    Merupakan struktur yang berkembang karena bisnis memasuki pasar
    internasional dan dikembangkan untuk merespon kebutuhan
    memproduksi, membeli ataupun menjual di pasar global.

    MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

    Bisnis merupakan kegiatan yang memiliki tujuan untuk memperoleh
    keuntungan. Dalam bisnis, faktor – faktor usaha saling berkaitan dan dijalankan
    bersama – sama sehingga aktivitas bisnis dapat berjalan dengan lancar. Sumber
    daya manusia merupakan faktor utama dlam menjalankan bisnis karena manusia
    berberan sebagai pengelola dan pelaksana dari sumber daya usaha yang lainnya
    seperti dana, lingkungan, mesin, dan lain sebagainya. Suatu bisnis akan dapat
    berjalan dengan baik apabila pengelolaan sumber daya manusia juga efektif dan
    efisien sehingga mampu menjalankan bisnis dengan kompetitif.

    MANAJEMEN PEMASARAN

    Manajemen Pemasaran adalah salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang
    dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya,
    untuk berkembang, dan untuk mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai
    jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan.
    Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga memberikan kepuasan kepada
    konsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai
    pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan (Dharmmesta & Handoko, 1982).
    Secara definisi, Manajemen Pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan,
    pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan
    pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan
    perusahaan (Kotler, 1980).


    9.1. Konsep Produk
    BAB IX
    KEBIJAKAN PRODUK
    Produk adalah segala sesuatu yang memberikan nilai yang dapat membrikan
    manfaat bagi konsumen. Konsumen tidak akan membeli produk hanya karena
    merreka menyukai produk tersebut. Konsumen membeli suatu produk karena
    mereka menyukai dan memperoleh manfaat dari produk tersebut. Konsumen
    menilai produk dengan melakukan perbandingan antara benefit dengan biaya yang
    harus dikeluarkan untuk memperoleh produk tersebut. Suatu produk harus memiliki
    ciri-ciri khusus agar dapat diterima oleh konsumen. Ciri khas suatu produk yang
    dapat dijual dan diterima konsumen adalah kualitas produk dan mampu
    memberikan manfaat yang nyata sesuai kebutuhan konsumen.

    Alasan utama konsumen membeli produk
    · Ciri khas (feature) yaitu ciri ciri khusus yang terdapat dalam suatu produk
    yang membedakan dengan produk yang lain
    · Manfaat (benefit) yaitu manfaat yang ditawarkan oleh suatu produk yang
    dirasakan oleh konsumen.

    Secara umum produk yang ditawarkan dibagi kedalam dua kelompok utama
    yaitu produk yang memiliki fisik dan produk yang tidak memiliki fisik (jasa)
    · Produk fisik yaitu produk yang terlihat secara fisik dan dapat diketehui wujud
    dari produk tersebut. Produk fisik biasanya berupa benda yang ditawarkan
    kepada konsumen untuk dapat memperoleh manfaat dari benda tersebut.
    Contoh produk fisik yaitu kursi, mobil, sabun, dll
    · Jasa yaitu produk yang tidak terlihat fisiknya sehingga orang tidak bisa
    mengetahui wujud produk tersebut namun dapat merasakan manfaat yang
    diberikan oleh produk tersebut. Produk jasa biasanya adalah suatu aktifitas
    atau proses yang manfaatnya dapat dirasakan oleh konsumen. Contoh
    produk jasa ini yaitu tukang cukur, tukang pijat, dll



    0 

    Add a comment



    Loading